Ilustrasi penangkapan polisi gadungan di gresik
GRESIK, Arusindo.id – Aksi pria yang mengaku sebagai anggota kepolisian untuk meminta uang keamanan kepada pemilik warung di Kecamatan Duduksampeyan, Kabupaten Gresik, akhirnya terhenti. Pelaku berinisial J (42) ditangkap aparat kepolisian pada Sabtu (9/5/2026).
Pria asal Desa Pandanan, Duduksampeyan, itu diduga telah menjalankan modus tersebut selama kurang lebih tiga tahun dengan menyasar warung-warung di sepanjang jalan nasional wilayah Duduksampeyan.
Kapolsek Duduksampeyan, Bakri, mengatakan penangkapan dilakukan setelah adanya laporan warga terkait pria mencurigakan yang mengaku anggota Polri dan meminta sejumlah uang.
Menurut polisi, pelaku biasanya datang ke warung dan meminta uang dengan alasan untuk biaya keamanan lingkungan. Nominal yang diminta bervariasi antara Rp200 ribu hingga Rp300 ribu.
Kasus tersebut terungkap saat pelaku mendatangi warung milik seorang warga berinisial K di Jalan Raya Tumapel. Kepada korban, pelaku mengaku sebagai anggota Polsek Panceng dan meminta uang keamanan sebesar Rp250 ribu.
“Petugas langsung melakukan pengecekan setelah menerima laporan masyarakat. Setelah diperiksa, ternyata pelaku bukan anggota Polri,” ujar AKP Bakri.
Dari hasil penyelidikan, korban diketahui sempat beberapa kali memberikan uang karena percaya dan merasa takut terhadap pelaku yang mengaku sebagai polisi. Kerugian korban ditaksir mencapai sekitar Rp2 juta selama aksi itu berlangsung.
Selain mengamankan pelaku, polisi juga menyita uang tunai Rp250 ribu yang diduga hasil pungutan serta sejumlah bukti transfer dari korban.
Saat ini, J telah ditahan di Polsek Duduksampeyan untuk proses hukum lebih lanjut. Polisi juga masih mendalami kemungkinan adanya korban lain yang mengalami modus serupa.
Pihak kepolisian mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya kepada pihak yang mengatasnamakan institusi tertentu untuk meminta uang tanpa kejelasan resmi.
Masyarakat diminta segera melapor ke polisi atau melalui layanan darurat 110 apabila menemukan dugaan tindak penipuan maupun pemerasan di lingkungan sekitar.
