Ansor Jatim Gelar Halaqoh Tani Muda, Beri Penghargaan Inovasi

oleh -70 Dilihat

JOMBANG, arisindo.id — Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda (PW GP) Ansor Jawa Timur menggelar Halaqoh Tani Muda di Jombang, Sabtu (29/8/2026).

Kegiatan ini menjadi forum konsolidasi sekaligus ruang mengurai persoalan pertanian.

Ketua PW Ansor Jawa Timur H. Musaffa Safril, S.H., M.H., mengatakan persoalan pertanian tidak bisa diselesaikan dengan pendekatan konvensional saja.

“Pertanian harus kita lihat sebagai masa depan. Jangan sampai anak-anak muda hanya menjadi penonton, sementara sektor pertanian justru menghadapi persoalan regenerasi,” ujar Musaffa.

Ia menegaskan, Ansor ingin mendorong anak muda melihat pertanian sebagai ruang pengabdian sekaligus ruang membangun kemandirian ekonomi.

Angkat Praktik Baik dari Desa

Musaffa menyebut Halaqoh Tani Muda bukan sekadar forum diskusi. Kegiatan ini menjadi agenda mencari praktik baik yang telah dilakukan kader Ansor di berbagai daerah.

“Kita memiliki banyak kader yang bergerak di desa, termasuk para kepala desa dan sahabat-sahabat Ansor yang mengembangkan berbagai inovasi pertanian,” katanya.

Menurutnya, inovasi yang tumbuh di tingkat desa perlu dipertemukan dan direplikasi ke daerah lain. Ia menilai sektor pertanian berkaitan erat dengan ketahanan pangan dan ekonomi lokal.

“Kita ingin Ansor hadir dengan kerja nyata. Problem petani harus kita dengarkan, kemudian kita cari solusinya bersama,” tutur Musaffa.

Tiga Kepala Desa Raih Ansor Agro Inovasi Award

Dalam kegiatan tersebut, PW Ansor Jawa Timur memberikan Ansor Agro Inovasi Award kepada kader berprestasi di bidang pertanian dan pembangunan desa.

Juara pertama diraih Moh. Hamid Al Maududi, Kepala Desa Wates, Kecamatan Wates, Kabupaten Blitar, yang juga Wakil Ketua PC Ansor Kabupaten Blitar.

Juara kedua diraih Erwan Santoso, Kepala Desa Krisik, Kecamatan Pudak, Kabupaten Ponorogo, sekaligus Kasatkoryon Banser Pudak.

Juara ketiga diraih Fadal, Kepala Desa Lebak, Bawean, yang juga Wakil Ketua PC Ansor Bawean.

Ketua Tani Kebun PW Ansor Jatim H. Deni Prasetya mengatakan penghargaan tersebut mendorong lebih banyak kader Ansor bergerak di sektor pertanian.

“Kita melihat potensi pertanian di Jawa Timur sangat besar, tetapi setiap daerah memiliki karakter yang berbeda. Karena itu, inovasi tidak bisa diseragamkan,” ujar Deni.

Ia menyebut tiga pemenang menjadi contoh bahwa kader Ansor bisa bergerak dari desa sekaligus menjadi penggerak masyarakat.

“Kita tidak ingin berhenti pada pemberian penghargaan. Setelah ini harus ada tindak lanjut,” ungkap Deni.

Potensi Kawasan Hutan untuk Pertanian

Ketua Departemen Pemanfaatan Kawasan Hutan Ansor Jatim sekaligus Kepala Perhutani Bondowoso, H. Misbahul Munir, mengatakan kawasan hutan berpotensi dikembangkan menjadi area produktif.

“Kawasan hutan memiliki potensi yang sangat besar untuk dikembangkan menjadi area produktif, termasuk untuk mendukung sektor pertanian masyarakat,” ujar Misbahul Munir.

Ia menegaskan pemanfaatan kawasan hutan harus dilakukan dengan prinsip kehati-hatian dan tetap menjaga fungsi hutan.

“Jadi produktivitas dan kelestarian harus berjalan bersama,” katanya.

Ajak Generasi Muda Manfaatkan Teknologi

Musaffa menilai generasi muda memiliki peluang besar membawa perubahan melalui digitalisasi dan inovasi budidaya pertanian.

“Anak muda memiliki keunggulan dalam teknologi dan kreativitas. Kalau keunggulan itu dipadukan dengan pengalaman para petani, kita bisa membangun pertanian yang lebih maju,” jelasnya.

Ia berharap forum tersebut melahirkan gagasan konkret yang dapat diterapkan di tingkat desa.

“Ukuran keberhasilan kita bukan hanya seberapa banyak kegiatan yang dilakukan, tetapi seberapa besar manfaat yang dirasakan masyarakat,” pungkas Musaffa.

Deni menambahkan, penguatan pertanian harus dilakukan berkelanjutan dengan melibatkan seluruh mata rantai sektor pertanian.

“Ada teknologi, kelembagaan, distribusi, pengolahan, pemasaran dan regenerasi. Semua mata rantai itu harus kita perkuat bersama,” tandasnya.