Kader Gempol Dilatih Sigizi Kesga Cegah Stunting

oleh -239 Dilihat

PASURUAN, arusindo.id – Dinas Kesehatan dan P2KB Kabupaten Pasuruan bersama Puskesmas Gempol melatih kader kesehatan menggunakan aplikasi Sistem Informasi Gizi Terpadu (Sigizi Kesga).

Penguatan akurasi data menjadi salah satu fokus pencegahan stunting di Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan.

Kegiatan berlangsung di Gedung Serbaguna Kiai Culat, Desa Karangrejo, pada Selasa (20/10/2026). Perwakilan kader kesehatan se-Kecamatan Gempol mengikuti kegiatan tersebut.

Meningkatkan Kualitas Pencatatan Data

Pelatihan itu bertujuan meningkatkan kualitas pencatatan dan pelaporan data kesehatan ibu dan anak.

Data tersebut menjadi dasar perencanaan program dan penentuan intervensi yang tepat sasaran.

Kepala Puskesmas Gempol, dr. Arma Roostina Heliantin, menegaskan pencegahan stunting tidak cukup hanya mengandalkan pelayanan kesehatan.

Upaya itu memerlukan keterlibatan lintas sektor, terutama dalam mendukung pemenuhan kebutuhan dasar ibu dan anak.

Dua Pendekatan Penanganan Stunting

“Pencegahan stunting merupakan prioritas nasional demi menciptakan generasi emas yang sehat, cerdas, dan berdaya saing tinggi.

Stunting bukan hanya masalah pertumbuhan fisik yang terhambat, tetapi juga berdampak pada kualitas masa depan anak-anak kita,” kata Arma.

Menurut Arma, penanganan stunting perlu dua pendekatan: intervensi spesifik di bidang kesehatan dan intervensi sensitif yang melibatkan sektor lain.

Kedua pendekatan itu membutuhkan data yang valid agar program menjangkau kelompok sasaran secara efektif.

Peran Aplikasi Sigizi Kesga

Dalam konteks tersebut, aplikasi Sigizi Kesga mendukung pencatatan, pemantauan, dan pelaporan kondisi gizi serta kesehatan ibu dan anak.

Kualitas data bergantung pada ketepatan penginputan dan kedisiplinan petugas dalam menyampaikan laporan.

“Data yang valid sangat penting untuk pengambilan keputusan, mulai dari penyusunan kebijakan yang tepat hingga penyaluran bantuan agar benar-benar sesuai sasaran,” ujarnya.

Harapan dan Peran Kader

Arma berharap kader semakin terampil menggunakan Sigizi Kesga serta memahami pentingnya pelaporan yang akurat dan tepat waktu.

Data yang diperbarui secara berkala membantu petugas mengenali potensi masalah gizi lebih dini sehingga tindak lanjut bisa disesuaikan dengan kondisi lapangan.

Arma juga mengapresiasi peran kader sebagai ujung tombak pemantauan kesehatan ibu dan anak di tingkat masyarakat.

Kader memiliki posisi strategis karena berinteraksi langsung dengan keluarga dan lingkungan tempat anak tumbuh.

“Kami sangat mengapresiasi ibu-ibu kader yang menjadi ujung tombak dalam upaya menurunkan angka stunting.

Validitas data yang diinput sangat penting untuk mendukung keberhasilan program,” tutur Arma.

Penguatan kapasitas kader dan optimalisasi penggunaan Sigizi Kesga diharapkan meningkatkan kualitas data gizi di Kecamatan Gempol.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya memperkuat perencanaan dan pelaksanaan program kesehatan ibu dan anak yang lebih terukur dan tepat sasaran.