Jembatan Amblas 2 Bulan, Akses Tebuwung-Serah Gresik Lumpuh

oleh -23 Dilihat

GRESIK, arusindo.id — Akses utama penghubung Desa Tebuwung, Kecamatan Dukun, dan Desa Serah, Kecamatan Panceng, Kabupaten Gresik, lumpuh total bagi kendaraan roda empat.

Struktur jembatan amblas sejak dua bulan terakhir memaksa warga menggelar aksi protes dan memasang rambu bahaya.

Perangkat Desa Tebuwung Saifulloh menjelaskan, kerusakan awal jembatan sudah berlangsung sekitar tiga bulan, namun kondisi fisik bangunan amblas parah dalam dua minggu terakhir.

“Kerusakannya sudah sekitar tiga bulan, tapi amblasnya sekitar dua minggu lalu. Dari dinas PU (Pekerjaan Umum) sebenarnya sudah dua kali turun ke lokasi dan berkoordinasi dengan pihak desa,” ujar Saifulloh saat ditemui di lokasi, Jumat (4/9/2026).

Dampak lumpuhnya jembatan dirasakan luas oleh masyarakat. Selain mengganggu angkutan hasil bumi dan ekonomi warga, anak sekolah dan kendaraan roda tiga juga kesulitan melintas. Hanya sepeda motor yang bisa lewat bergantian dengan ekstra hati-hati.

Warga Pasang Barikade, Alihkan Jalur

Sebagai langkah awal, warga memasang spanduk imbauan dan barikade penutup dari dua arah, baik dari Tebuwung maupun Serah, agar kendaraan roda empat tidak telanjur mendekat dan terpaksa memutar balik.

“Akses kendaraan roda empat terpaksa dialihkan melintasi jalur alternatif lewat Desa Sukon atau Sumurber. Kami dari pihak desa hanya bisa mengusulkan, sebab kewenangan perbaikan sepenuhnya ada di tingkat Kabupaten.

Harapan kami tentu dipercepat karena ini mengganggu mobilitas warga di dua kecamatan, yakni Panceng dan Dukun,” tambah Saifulloh.

Truk Bertonase Berat Diduga Jadi Penyebab

Tokoh warga Tebuwung Hadi Hariyanto mengungkapkan, jebolnya lantai jembatan diduga akibat tingginya tonase kendaraan berat yang kerap melintas melebihi kapasitas jalan, seperti truk pengangkut tanah merah dari wilayah utara.

“Jembatan ini jebol sudah sekitar dua bulan. Penyebab utamanya karena sering dilalui truk-truk muatan berat yang tidak sesuai kapasitas jalan,” kata Hariyanto.

Ia menilai respons dan janji perbaikan dari dinas terkait masih menggantung tanpa jadwal pelaksanaan yang pasti. Kondisi ini mendorong warga secara swadaya memasang tanda bahaya di lokasi amblas.

“Pihak dinas memang sudah turun dan memasang banner pemberitahuan, tapi kepastian kapan mulai diperbaikinya itu yang belum ada.

Janjinya bulan depan ke bulan depan terus. Kalau cuma tahu kerusakannya saja tapi tidak ada kepastian, ya warga tidak sabar,” tegasnya.

Ormas Desak Pemkab Beri Kepastian Jadwal

Paguyuban Laskar Pantura Daendels turut mengawal langsung aksi keprihatinan warga. Ketua Laskar Pantura Daendels M. Fiqul Humam menegaskan, pemerintah daerah tidak boleh memperlambat penanganan infrastruktur vital yang menyangkut hajat hidup orang banyak.

“Jembatan ini adalah urat nadi perekonomian dan mobilitas warga antar-kecamatan.

Pemerintah Kabupaten Gresik dan Dinas Pekerjaan Umum harus memberikan kepastian tanggal pengerjaan, bukan sekadar janji atau memasang spanduk imbauan semata.

Kami dari Laskar Pantura Daendels akan mengawal masalah ini sampai proyek perbaikan fisik benar-benar direalisasikan,” kata Fiqul Humam di lokasi.

Warga bersama Laskar Pantura Daendels berharap Pemerintah Kabupaten Gresik segera merealisasikan rekonstruksi permanen jembatan agar jalur penghubung antar-kecamatan itu kembali bisa dilalui dengan aman.