Konflik Yayasan UNUBA, PERADI Dampingi Mahasiswa

oleh -64 Dilihat

PASURUAN, arusindo.id – DPC PERADI Bangil resmi mendampingi mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama Bangil (UNUBA).

​Pendampingan hukum ini bertujuan melindungi hak akademik mahasiswa. Mahasiswa terancam menjadi korban polemik internal yayasan kampus.

​Pengurus DPC PERADI Bangil mengunjungi kediaman Gus Najib pada Sabtu (27/6/2026).

​Kunjungan tersebut bertujuan meminta klarifikasi secara langsung. PERADI juga meninjau dokumen legalitas yayasan.

Tinjau Dokumen Legalitas

​Sekretaris DPC PERADI Bangil, Ratno, memimpin langsung pertemuan tersebut.

​Ratno menyatakan pihaknya telah menerima seluruh dokumen dari pembina yayasan.

​Tim hukum akan mempelajari berkas secara menyeluruh sebelum mengambil langkah lanjutan.

​”Pembina memberikan kepada kami seluruh berkas yang ada,” ujar Ratno.

​”Menurut kami berkas-berkas itu sudah sesuai dengan tatanan yayasan sesuai dengan hukum yang ada,” tambahnya.

Jaga Objektivitas Penanganan

​PERADI Bangil berkomitmen menjaga objektivitas penanganan kasus tersebut.

​Mereka akan meminta klarifikasi dari pihak lain yang terlibat dalam polemik yayasan.

​”Setelah ini kami akan konfirmasi ke pihak yang lain,” kata Ratno.

​Ratno menegaskan PERADI Bangil murni membela nasib mahasiswa tanpa kepentingan lain.

​”Kita tidak ikut campur dalam konflik,” tegasnya.

​”Kita hanya mendampingi mahasiswa agar mendapatkan kepastian,” lanjut Ratno.

​”Sehingga apa yang nantinya didapatkan mahasiswa betul-betul diakui oleh semua pihak,” jelasnya.

Peluang Damai demi Mahasiswa

​Sementara itu, Gus Najib menyambut baik langkah pendampingan hukum tersebut.

​Ia menyatakan kesiapan menyelesaikan persoalan secara damai.

​”Siap ishlah, kapan pun dan di mana pun,” ucap Gus Najib.

​Gus Najib berjanji akan membantu mahasiswa agar tidak menjadi korban konflik.

​”Terkait mahasiswa, kami siap membantu apa yang dibutuhkan,” tegasnya.

​Ia meminta mahasiswa tidak khawatir mengenai keabsahan ijazah mereka.

​”Jika percaya kepada kami terkait legalitas, maka jangan khawatir terkait kelegalan ijazahnya,” katanya.

​”Kami siap menandatangani,” pungkas Gus Najib.

Penulis : Hadi