GRESIK – Arusindo.id , Sebuah insiden tragis menimpa seorang pemancing di area tambak kawasan Dusun Putatlor, Desa Putatlor, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik, pada Kamis (20/08/2026). Korban dilaporkan tenggelam saat berusaha mengejar joran pancing miliknya yang diseret ikan ke tengah tambak seluas 70 x 150 meter dengan kedalaman ekstrem mencapai ± 7 meter.
Berdasarkan informasi yang dihimpun tim redaksi di lapangan serta laporan resmi kepolisian, korban diketahui bernama Suwandi (45), warga Dusun Krajan RT 020 RW 006, Desa Menganti, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik. Peristiwa memilukan tersebut bermula sekira pukul 10.00 WIB ketika korban datang memancing di tambak milik H. Nur Qomari bersama rekannya.
Sekira pukul 12.00 WIB, saat hendak melaksanakan ibadah salat Zuhur, korban melihat joran pancingnya mendadak disambar ikan hingga terseret ke tengah tambak. Tanpa ragu, korban langsung melompat ke dalam air untuk mengejar pancingnya tersebut.
Saksi di lokasi kejadian, Ahmad Husen (33), yang saat itu sedang menjalankan salat Zuhur, mendadak mendengar suara teriakan minta tolong dari arah tambak. Mendengar jeritan tersebut, saksi bergegas membatalkan salatnya dan berupaya memberikan pertolongan. Saksi sempat menceburkan diri dan berusaha menyelami air, namun korban sudah tenggelam dan tak ditemukan akibat dalamnya dasar tambak. Saksi lain di sekitar lokasi, Hendro Wijarko (46), bersama saksi Husen segera naik ke tanggul meminta bantuan warga sekitar dan melapor ke pihak kepolisian.
Petugas piket Polsek Menganti menerima laporan dari masyarakat sekira pukul 13.00 WIB. Merespons laporan tersebut, Kapolsek Menganti AKP Arif Rahman, S.Tr.K., S.I.K., memimpin langsung personilnya turun ke TKP bersama Kanit Reskrim Aiptu Tri Widodo beserta jajaran personil Aiptu Awang, Aipda Solikan, Aipda Wahyu AS, dan Bripka Haris.
Guna melakukan proses pencarian korban di lokasi perairan yang dalam dan luas, Polsek Menganti berkoordinasi dan menerjunkan tim gabungan yang melibatkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Satpolairud Polres Gresik, serta bantuan dari personil TNI-AL. Hingga Kamis sore pukul 17.00 WIB, tim SAR gabungan masih terus melakukan penyisiran dan pencarian intensif di sekitar titik lokasi tenggelamnya korban.
Kapolsek Menganti AKP Arif Rahman, S.Tr.K., S.I.K., membenarkan adanya peristiwa maut tersebut saat dikonfirmasi oleh awak media. Pihaknya mengingatkan seluruh masyarakat agar senantiasa berhati-hati dan mengutamakan keselamatan.
”Musibah bisa terjadi kapan saja dan di mana saja. Mulailah dari diri sendiri untuk terus waspada, jaga diri, dan selalu berhati-hati saat beraktivitas, khususnya di lokasi-lokasi rawan seperti perairan,” tegas AKP Arif Rahman.
Dari catatan pihak kepolisian dan keterangan pihak keluarga, korban memang memiliki hobi memancing dan tidak memiliki riwayat sakit, meskipun sebelumnya sudah berulang kali diperingatkan oleh pihak keluarga agar tidak pergi memancing. Saat ini Polsek Menganti bersama tim gabungan telah berhasil menemukan jasad korban terimakasih banyak para pihak yang sudah turut serta dalam pencarian.
Tim Redaksi







