Polisi Usut Dalang Pembakaran Mobil Patroli di Polsek Sukorejo Pasuruan

oleh -1241 Dilihat

PASURUAN, arusindo.id – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Pasuruan tengah menyelidiki secara intensif insiden pembakaran satu unit mobil patroli dan pengrusakan dua kendaraan dinas kepolisian di sekitar Mapolsek Sukorejo, Senin (10/8/2026) malam.

​Kapolres Pasuruan, AKBP Agung Harto Cahyono, memimpin langsung upaya klarifikasi dan pengusutan terkait kericuhan yang melibatkan kelompok massa tersebut.

​Saat ini, kepolisian terus mengumpulkan alat bukti di lapangan guna mengidentifikasi dalang kerusuhan.

​“Kami masih melakukan penyelidikan untuk memastikan kronologis secara lengkap serta mengidentifikasi pihak-pihak yang bertanggung jawab,” tegas Agung.

​Kronologi Bentrokan Massa

​Agung menjelaskan, kericuhan bermula saat rombongan masyarakat sedang dalam perjalanan pulang usai mengikuti sebuah kegiatan di wilayah Malang.

​Saat melintas di kawasan Kecamatan Sukorejo, kelompok tersebut terlibat aksi saling hadang dengan kelompok massa lain.

​Merespons eskalasi tersebut, personel gabungan Polres Pasuruan dan Polsek Sukorejo segera turun tangan.

​Petugas mengambil langkah pengamanan taktis dengan mengarahkan rombongan masyarakat pertama ke area Mapolsek Sukorejo demi mencegah bentrokan meluas.

Namun, situasi justru berkembang menjadi anarkis.

​“Rombongan masyarakat kami amankan dan diarahkan ke Mapolsek Sukorejo guna menghindari bentrokan. Namun dalam perkembangannya terjadi tindakan anarkis dari kelompok massa,” ujar Agung.

​Polsek Bukan Sasaran Utama

​Kapolres menegaskan, kelompok massa anarkis sebenarnya tidak menjadikan Mapolsek Sukorejo sebagai sasaran utama penyerangan.

​Petugas hanya memanfaatkan lokasi tersebut sebagai titik evakuasi untuk melindungi masyarakat dari potensi bentrokan yang lebih besar.

​Fokus utama aparat kepolisian saat kejadian murni memprioritaskan keselamatan warga sekaligus menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

​Pascapersitiwa, polisi telah mengevakuasi seluruh kendaraan dinas yang rusak untuk keperluan penyelidikan forensik dan perbaikan.

​Agung juga mengimbau publik agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi simpang siur yang belum terverifikasi secara resmi.

Ia meminta masyarakat menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus ini kepada aparat penegak hukum.

​“Polres Pasuruan akan menangani perkara ini secara profesional, transparan, dan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku demi menjaga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif,” pungkas Agung.