Polisi Usut Dalang Pembakaran Mobil Patroli di Polsek Sukorejo Pasuruan

oleh -1020 Dilihat

PASURUAN, arusindo.idSatuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Pasuruan tengah menyelidiki secara intensif insiden pembakaran satu unit mobil patroli dan pengrusakan dua kendaraan dinas kepolisian di sekitar Mapolsek Sukorejo, Senin (10/8/2026) malam.

​Kapolres Pasuruan, AKBP Agung Harto Cahyono, memimpin langsung upaya klarifikasi dan pengusutan terkait kericuhan yang melibatkan kelompok massa tersebut.

​Saat ini, kepolisian terus mengumpulkan alat bukti di lapangan guna mengidentifikasi dalang kerusuhan.

​“Kami masih melakukan penyelidikan untuk memastikan kronologis secara lengkap serta mengidentifikasi pihak-pihak yang bertanggung jawab,” tegas Agung.

Kronologi Bentrokan Massa

​Agung menjelaskan, kericuhan bermula saat rombongan masyarakat sedang dalam perjalanan pulang usai mengikuti sebuah kegiatan di wilayah Malang.

​Saat melintas di kawasan Kecamatan Sukorejo, kelompok tersebut terlibat aksi saling hadang dengan kelompok massa lain.

​Merespons eskalasi tersebut, personel gabungan Polres Pasuruan dan Polsek Sukorejo segera turun tangan.

​Petugas mengambil langkah pengamanan taktis dengan mengarahkan rombongan masyarakat pertama ke area Mapolsek Sukorejo demi mencegah bentrokan meluas.

Namun, situasi justru berkembang menjadi anarkis.

​“Rombongan masyarakat kami amankan dan diarahkan ke Mapolsek Sukorejo guna menghindari bentrokan. Namun dalam perkembangannya terjadi tindakan anarkis dari kelompok massa,” ujar Agung.

Polsek Bukan Sasaran Utama

​Kapolres menegaskan, kelompok massa anarkis sebenarnya tidak menjadikan Mapolsek Sukorejo sebagai sasaran utama penyerangan.

​Petugas hanya memanfaatkan lokasi tersebut sebagai titik evakuasi untuk melindungi masyarakat dari potensi bentrokan yang lebih besar.

​Fokus utama aparat kepolisian saat kejadian murni memprioritaskan keselamatan warga sekaligus menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

​Pascapersitiwa, polisi telah mengevakuasi seluruh kendaraan dinas yang rusak untuk keperluan penyelidikan forensik dan perbaikan.

​Agung juga mengimbau publik agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi simpang siur yang belum terverifikasi secara resmi.

Ia meminta masyarakat menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus ini kepada aparat penegak hukum.

​“Polres Pasuruan akan menangani perkara ini secara profesional, transparan, dan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku demi menjaga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif,” pungkas Agung.