Polres Bangkalan Tangkap 23 Tersangka Narkoba, Satu Calon Pengantin

oleh -107 Dilihat

BANGKALAN, arusindo.id — Kepolisian Resor (Polres) Bangkalan menangkap 23 tersangka kasus narkotika selama Operasi Tumpas Semeru 2026.

​Tangkapan ini mempertegas status peredaran narkoba sebagai ancaman serius di wilayah Kabupaten Bangkalan.

​Kapolres Bangkalan AKBP Wibowo memimpin langsung paparan hasil operasi penindakan hukum tersebut.

​Wibowo menyebut penyidik berhasil mengungkap 20 kasus tindak pidana narkotika dari berbagai wilayah.

​”Sebanyak 20 kasus kami ungkap dengan 23 tersangka. Barang bukti yang diamankan 98,64 gram,” ujar Wibowo, Rabu (26/8/2026).

​Polisi merinci para tersangka tersebut terdiri atas 22 orang laki-laki dan satu perempuan.

​Berdasarkan peran, penyidik menetapkan 19 tersangka sebagai pengedar, sedangkan empat lainnya berstatus sebagai pengguna.

Fasilitasi Tersangka Menikah

​Wibowo menyoroti secara khusus satu orang tersangka yang berencana melangsungkan pernikahan bulan depan.

​”Bulan depan, tanggal 25, akan melangsungkan pernikahan. Ini merupakan warning,” tegas Wibowo.

​Kapolres menyayangkan tersangka yang sudah merencanakan pernikahan justru nekat terjun ke kejahatan narkotika.

​”Kita tidak pernah tahu kapan hari apes kita,” beber perwira menengah kepolisian tersebut.

​Meski berstatus tahanan, polisi memastikan akan tetap memenuhi dan menghormati hak warga negara tersangka.

​”Kami akan fasilitasi karena itu merupakan hak warga negara,” janji Wibowo.

Peta Rawan Narkoba Bangkalan

​Penyidik turut memetakan lima wilayah yang sangat rawan peredaran narkoba di Kabupaten Bangkalan.

​Kelima area tersebut meliputi Kecamatan Bangkalan Kota, Kamal, Socah, Blega, dan Tanah Merah.

​Bangkalan Kota menempati posisi teratas dengan total pengungkapan mencapai lima kasus.

​Selain itu, polisi juga mendeteksi peredaran di wilayah Konang, Kwanyar, Tragah, Klampis, dan Arosbaya.

​”Perang terhadap narkoba harus terus kita tingkatkan,” seru alumnus Akademi Kepolisian 2005 tersebut.

​Saat ini, aparat kepolisian masih bergerak memburu dan mendalami jaringan pemasok utama barang haram tersebut.

​Wibowo meminta masyarakat aktif mendukung upaya pemberantasan serta program edukasi antinarkoba di lingkungan pendidikan.