GMBI Gelar Puncak Ruwatan di Air Terjun Putuk Truno

oleh -306 Dilihat

PASURUAN, arusindo.id – Rangkaian Ruwatan Agung Nuswantoro yang digelar Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) Wilayah Teritorial Jawa Timur memasuki puncak acara di Air Terjun Putuk Truno, Kelurahan/Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan, Sabtu (22/8/2026).

Perwakilan distrik GMBI dari berbagai daerah di Jawa Timur mengikuti prosesi tersebut. Sebelum menuju lokasi ruwatan, para peserta berkumpul di Lapangan Kelurahan Prigen, lalu berjalan beriringan menuju air terjun.

Peserta Bentangkan Merah Putih 40 Meter

Suasana prosesi semakin khidmat ketika puluhan peserta membentangkan kain Merah Putih sepanjang sekitar 40 meter. Mereka juga membawa berbagai ubo rampe dan tumpeng sebagai bagian dari rangkaian ritual.

Setibanya di kawasan air terjun, dalang Ki Winarno Sabdo memimpin prosesi. Sejumlah peserta duduk bersila di sekitar lokasi sambil membawa masing-masing satu wayang.

Ki Winarno kemudian menuju kedung air terjun sambil memainkan dua lakon wayang. Prosesi ini menjadi bagian utama ritual yang berlangsung khidmat.

Ruwatan Dinilai Sebagai Sarana Spiritual bagi NKRI

Ketua LSM GMBI Wilayah Teritorial Jawa Timur Sugeng SP mengatakan Ruwatan Agung Nuswantoro bukan sekadar ritual budaya.

Ia menyebut kegiatan ini juga menjadi sarana spiritual GMBI untuk menumbuhkan kepedulian terhadap kondisi bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“GMBI punya komitmen bahwa Ruwatan Agung ini sebagai wahana atau sarana spiritual kami untuk ikut bertanggung jawab terhadap situasi kondisi negara secara keseluruhan. Jadi ini adalah murni karena gerakan anak-anak bangsa yang cinta terhadap NKRI,” ujar Sugeng.

Menurut Sugeng, pembentangan kain Merah Putih sepanjang 40 meter memiliki makna simbolis. Ia menyebut angka 40 sebagai salah satu bilangan yang dipandang sakral.

“40 adalah bilangan-bilangan yang kami anggap sebagai sakral. Sehingga ini adalah perpaduan antara kesakralan bentuk lahiriah dengan dimensi spiritual,” jelasnya.

Pembinaan Spiritual Jadi Bagian Karakter Anggota GMBI

Sugeng menambahkan, pembinaan spiritual menjadi salah satu bagian penting dalam membentuk karakter anggota GMBI. Ia menilai seseorang perlu memiliki kematangan spiritual sebelum menjadi pribadi yang kuat dan berkualitas.

“Kami di GMBI ini diajarkan empat hal. Salah satunya adalah pendewasaan spiritual. Jadi orang itu harus dibina spiritualnya dulu untuk menjadi orang hebat,” katanya.

Ia menilai pembinaan spiritual juga penting bagi calon pemimpin. Menurutnya, spiritual yang terbina membuat seseorang lebih mampu mengendalikan emosi, menjaga tutur kata, serta menunjukkan perilaku baik.

“Ketika spiritual sudah terbina maka emosionalnya juga akan terkontrol, terus tutur katanya juga akan punya makna dan perilakunya nanti juga akan bisa menjadi manusia-manusia yang baik,” tuturnya.

Sugeng berharap GMBI terus berkembang dan memberikan pengaruh positif di seluruh wilayah Jawa Timur.

“Hari ini kami berada di tengah-tengah Jawa Timur, tapi kami punya cita-cita yang besar, Jawa Timur harus berada di tengah-tengah GMBI. Jadi kami ingin GMBI bisa besar, bisa menggema di seluruh Jawa Timur,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.