Secangkir Kopi dan Sejuta Cerita: Cara Polres Gresik Merangkul Insan Pers

oleh -10 Dilihat

GRESIK, arusindo.id p— Aroma kopi hitam menyengat lembut di Ruang Rupatama SAR Polres Gresik, Kamis (23/7/2026).

​Di atas meja, cangkir-cangkir kopi bersanding rapat dengan camilan ringan.

​Sore itu, sekat antara aparat penegak hukum dan para pemburu berita luruh dalam kehangatan program Piramida.

​Piramida bukan sekadar akronim dari Kopi Radio Pemeliharaan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat.

​Wadah ini menjadi ruang jumpa tempat kepolisian dan jurnalis melepas kaku.

​Mereka duduk melingkar, saling melempar senyum, dan menyelaraskan langkah demi menjaga keamanan Kabupaten Gresik.

​Cairnya Sekat di Atas Meja Diskusi

​Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution memimpin langsung suasana santai ini.

​Wakapolres Kompol Shabda Purusha Putra beserta jajaran Pejabat Utama (PJU) duduk berdampingan dengan para jurnalis dari pelbagai media.

​Gelak tawa pecah saat beberapa wartawan mengambil alih pengeras suara untuk menyumbangkan lagu.

​Kekakuan birokrasi mencair seketika.

​Namun di balik gelak tawa tersebut, pembicaraan serius mengenai keterbukaan informasi dan situasi keamanan wilayah tetap bergulir hangat.

​Menjaga Kesejukan di Era Banjir Informasi

​AKBP Ramadhan Nasution memandang media bukan sekadar mitra kerja, melainkan benteng informasi publik.

​Ia menekankan pentingnya komunikasi dua arah agar kabar yang sampai ke masyarakat selalu akurat dan tidak memicu keresahan.

​”Melalui wadah Piramida ini, kita bisa duduk bersama, berdiskusi santai, saling bertukar pikiran, sekaligus mempererat silaturahmi,” ujar Ramadhan.

​Ia menegaskan, media memegang peran strategis dalam menjaga suasana tetap sejuk lewat pemberitaan yang bertanggung jawab.

​Di tengah meluapnya arus informasi cepat di media sosial, Ramadhan mengajak seluruh jurnalis untuk konsisten merawat etika verifikasi.

​”Media memegang peranan penting dalam membentuk persepsi masyarakat,” kata Ramadhan.

​Ia mengingatkan, kabar simpang siur tanpa klarifikasi berpotensi mengganggu rasa aman warga.

​”Mari kita terus bersinergi menyajikan informasi yang edukatif, menyejukkan, dan dapat dipercaya demi terciptanya rasa aman dan nyaman bagi masyarakat Gresik,” lanjutnya.

​Langkah Bersama Menjaga Kota

​Pertemuan sore itu akhirnya berujung pada komitmen bersama.

​Di balik kesibukan polisi menjaga jalanan dan kesibukan wartawan mengejar tenggat berita, ada titik temu bernama kepercayaan.

​Secangkir kopi mungkin akan dingin.

​Namun, rasa saling percaya dan komitmen menjaga kedamaian Kota Pudak ini diharapkan terus membekas hangat di hati mereka.