2 Tahun Kekeringan, Pemkab Pasuruan Akhirnya Bangun Irigasi Bulusari Rp284 Juta

oleh -75 Dilihat

PASURUAN, arusindo.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasuruan akhirnya merehabilitasi talang irigasi di Dusun Sumberpandan, Desa Bulusari, Kecamatan Gempol senilai Rp284.668.757.

​Pekerja mulai membangun infrastruktur sepanjang 20-25 meter tersebut secara resmi pada Sabtu (15/8/2026).

​Proyek ini menjadi jawaban atas penantian panjang para petani lokal yang kehilangan pasokan air selama kurang lebih dua tahun terakhir.

Korban Efisiensi Anggaran

​Kepala Desa Bulusari, Siti Nurhayati, membeberkan pemerintah daerah sebelumnya menunda pembangunan fasilitas vital ini karena kebijakan efisiensi anggaran.

​Penundaan tersebut mematikan aktivitas pertanian di Sumberpandan, Karangjambe, Blimbing, hingga wilayah Jatipentongan.

​“Selama dua tahun petani tidak bisa bercocok tanam karena saluran irigasi terputus,” ujar Siti saat meninjau langsung lokasi proyek.

​Pemerintah desa bersama warga terus mendesak Pemkab Pasuruan agar segera menurunkan anggaran perbaikan.

​Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan, H. Samsul Hidayat, bahkan turun tangan langsung mengawal aspirasi warga tersebut hingga anggaran cair tahun ini.

​“Alhamdulillah, setelah melalui proses dan pengawalan aspirasi, pembangunan akhirnya bisa dimulai. Kami sangat berterima kasih karena kebutuhan petani ini mendapat perhatian,” kata Siti.

Pengawasan Ketat Proyek

​Siti menegaskan pemerintah desa akan mengawasi jalannya proyek ini dengan ketat untuk memastikan kualitas pengerjaan.

​Ia menargetkan pelaksana proyek mengembalikan fungsi irigasi secara maksimal, bukan sekadar merampungkan bangunan fisik.

​“Kami ingin memastikan pembangunan ini benar-benar bisa mengembalikan fungsi irigasi seperti semula. Petani sudah dua tahun tidak bisa menanam padi,” tegas Siti.

​Siti memperingatkan para kontraktor agar memastikan aliran air benar-benar lancar dan menjangkau seluruh lahan warga yang terdampak.

​”Jangan sampai setelah dibangun, air masih tidak mengalir optimal. Kami berharap pengerjaannya benar-benar sesuai kebutuhan dan dapat segera dimanfaatkan petani,” tambahnya.

​Berfungsinya saluran air ini akan langsung memutar kembali roda perekonomian masyarakat agraris di kawasan Gempol.

​“Ini bukan hanya soal talang, tetapi soal nasib petani. Kalau air kembali mengalir, sawah bisa ditanami, petani bisa kembali bekerja dan perekonomian masyarakat juga ikut bergerak,” jelasnya.

​Pemerintah Desa Bulusari berkomitmen mengawal pekerjaan ini hingga air kembali membasahi lahan pertanian warga.

​”Kami akan terus mengawal sampai pembangunan ini selesai dan manfaatnya benar-benar dirasakan warga,” pungkas Siti.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.