PASURUAN, arusindo.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasuruan akhirnya merehabilitasi talang irigasi di Dusun Sumberpandan, Desa Bulusari, Kecamatan Gempol senilai Rp284.668.757.
Pekerja mulai membangun infrastruktur sepanjang 20-25 meter tersebut secara resmi pada Sabtu (15/8/2026).
Proyek ini menjadi jawaban atas penantian panjang para petani lokal yang kehilangan pasokan air selama kurang lebih dua tahun terakhir.
Korban Efisiensi Anggaran
Kepala Desa Bulusari, Siti Nurhayati, membeberkan pemerintah daerah sebelumnya menunda pembangunan fasilitas vital ini karena kebijakan efisiensi anggaran.
Penundaan tersebut mematikan aktivitas pertanian di Sumberpandan, Karangjambe, Blimbing, hingga wilayah Jatipentongan.
“Selama dua tahun petani tidak bisa bercocok tanam karena saluran irigasi terputus,” ujar Siti saat meninjau langsung lokasi proyek.
Pemerintah desa bersama warga terus mendesak Pemkab Pasuruan agar segera menurunkan anggaran perbaikan.
Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan, H. Samsul Hidayat, bahkan turun tangan langsung mengawal aspirasi warga tersebut hingga anggaran cair tahun ini.
“Alhamdulillah, setelah melalui proses dan pengawalan aspirasi, pembangunan akhirnya bisa dimulai. Kami sangat berterima kasih karena kebutuhan petani ini mendapat perhatian,” kata Siti.
Pengawasan Ketat Proyek
Siti menegaskan pemerintah desa akan mengawasi jalannya proyek ini dengan ketat untuk memastikan kualitas pengerjaan.
Ia menargetkan pelaksana proyek mengembalikan fungsi irigasi secara maksimal, bukan sekadar merampungkan bangunan fisik.
“Kami ingin memastikan pembangunan ini benar-benar bisa mengembalikan fungsi irigasi seperti semula. Petani sudah dua tahun tidak bisa menanam padi,” tegas Siti.
Siti memperingatkan para kontraktor agar memastikan aliran air benar-benar lancar dan menjangkau seluruh lahan warga yang terdampak.
”Jangan sampai setelah dibangun, air masih tidak mengalir optimal. Kami berharap pengerjaannya benar-benar sesuai kebutuhan dan dapat segera dimanfaatkan petani,” tambahnya.
Berfungsinya saluran air ini akan langsung memutar kembali roda perekonomian masyarakat agraris di kawasan Gempol.
“Ini bukan hanya soal talang, tetapi soal nasib petani. Kalau air kembali mengalir, sawah bisa ditanami, petani bisa kembali bekerja dan perekonomian masyarakat juga ikut bergerak,” jelasnya.
Pemerintah Desa Bulusari berkomitmen mengawal pekerjaan ini hingga air kembali membasahi lahan pertanian warga.
”Kami akan terus mengawal sampai pembangunan ini selesai dan manfaatnya benar-benar dirasakan warga,” pungkas Siti.






