64 Jurnalis Ikuti Turnamen Domino Kemerdekaan di Surabaya

oleh -118 Dilihat

SURABAYA, arusindo.id – Sebanyak 64 jurnalis dari berbagai media mengikuti Turnamen Domino Jurnalis Kemerdekaan 2026 di Hanaka Social Space, Jalan Flores Nomor 18, Surabaya, Sabtu (22/8/2026).

Turnamen ini memperebutkan Piala Federasi Olahraga Domino Nasional (ORADO) Jawa Timur.

Panitia menggelar acara untuk memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Rumah Literasi Digital (RLD) menggagas turnamen ini bersama TIMES Indonesia sebagai media partner.

Panitia merangkai kegiatan dengan Lomba Foto On The Spot yang diselenggarakan Pewarta Foto Indonesia (PFI) Surabaya, terbuka untuk umum.

Domino Dinilai Berpotensi Jadi Olahraga Prestasi

Asisten I Provinsi Jawa Timur Imam Hidayat menilai domino berpotensi berkembang sebagai olahraga yang tidak membutuhkan sarana besar, namun mampu membangun prestasi dan mempererat hubungan antarpemain.

Ia menyebut permainan domino menuntut konsentrasi dan kerja sama, dua aspek yang relevan untuk membangun kemampuan mengendalikan diri dan bekerja dalam tim.

“Saya rasa ini ada suatu hal yang bisa dikembangkan. Ada suatu olahraga yang memang tidak membutuhkan ruang terlalu besar, tetapi masih bisa berprestasi,” kata Imam usai menjajal meja pertandingan PB ORADO dalam pembukaan turnamen.

Imam menilai status domino sebagai olahraga resmi di bawah Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) perlu diikuti dukungan pemerintah dan masyarakat.

Ia membuka peluang lahirnya atlet-atlet domino dari berbagai kalangan, termasuk jurnalis peserta turnamen.

Ia berharap masyarakat menerima domino sebagai olahraga, sebagaimana cabang lain yang lebih dulu dikenal seperti bridge dan catur.

Imam juga menyoroti pentingnya mengubah pandangan masyarakat yang masih mengaitkan domino dengan judi.

Menurutnya, pengurus organisasi dan jurnalis berperan penting memperkenalkan domino sebagai olahraga berorientasi prestasi.

“Bagaimana mengangkat domino sebagai suatu olahraga yang berprestasi. Jadi, tidak melulu sesuatu yang asosiasinya dengan permainan atau judi,” ujarnya.

Ia menilai pemberitaan dan sosialisasi positif dapat menjembatani ORADO dan masyarakat, sehingga domino berkembang sebagai aktivitas olahraga yang sehat dan kompetitif.

KONI Jatim: Domino Sudah Jadi Cabang Olahraga Resmi

Sekretaris Umum KONI Jawa Timur Akmal Budiyanto mengapresiasi turnamen yang melibatkan kalangan jurnalis ini.

Ia berharap media membantu menyosialisasikan status resmi domino sebagai cabang olahraga yang diakui KONI.

“Domino sekarang sudah menjadi cabang olahraga yang resmi dan sah, serta diakui oleh KONI. Karena itu, arahnya harus menjadi olahraga prestasi,” tegasnya.

Akmal menyebut domino sebenarnya telah lama dikenal luas di masyarakat dan kerap hadir dalam berbagai kegiatan berkumpul.

Tantangannya kini adalah mengembangkan aktivitas itu menjadi olahraga dengan aturan dan sistem kompetisi terukur.

Ia menyebut ORADO telah menyiapkan aturan untuk diterapkan dalam berbagai turnamen.

KONI Jatim juga mendorong ORADO mempercepat pembinaan atlet, dengan kepengurusan yang telah terbentuk di 38 kabupaten/kota di Jawa Timur.

“Animonya sangat besar. Tinggal pengurus Orado Jawa Timur membuat program-program yang menyentuh langsung kegiatan-kegiatan yang menghasilkan atlet-atlet berprestasi,” terangnya.

Ia menambahkan, dana hibah dari APBD dapat digunakan untuk kebutuhan pembinaan atlet sesuai ketentuan yang berlaku.

ORADO Jadikan Turnamen Jurnalis Agenda Tahunan

Ketua Harian ORADO Jawa Timur Mulyadi mengatakan turnamen ini menjadi bagian dari upaya memperluas sosialisasi domino sebagai olahraga resmi.

“Kami berharap domino bisa disosialisasikan melalui teman-teman pewarta dan rekan-rekan media semuanya bahwa domino hari ini telah diakui secara resmi sebagai cabang olahraga,” kata Mulyadi.

Ia menyebut domino nantinya dapat dipertandingkan dalam berbagai kejuaraan, mulai tingkat provinsi hingga jenjang lebih tinggi.

ORADO Jatim bahkan telah menetapkan kegiatan bersama jurnalis sebagai bagian dari kalender tahunan organisasi.

“Kami sudah menetapkan bahwa event bersama teman-teman jurnalis masuk dalam kalender kegiatan tahunan ORADO Jawa Timur,” ungkapnya.

Mulyadi menjelaskan agenda ORADO terus berlangsung di berbagai daerah, hampir di seluruh 38 kabupaten/kota di Jawa Timur.

Pada Sabtu (22/8/2026), selain turnamen jurnalis di Surabaya, ORADO juga menggelar dua agenda lain di Surabaya dan Kabupaten Jombang.

“Kami secara simultan melaksanakan event-event yang berhubungan dengan domino ORADO Provinsi Jawa Timur,” ucapnya.

Domino Disebut Sejalan dengan Karakter Kerja Jurnalis

Direktur RLD Andika Ismawan mengatakan domino memiliki karakter sebagai olahraga pikiran atau mind sport yang membutuhkan strategi, daya ingat, konsentrasi, dan kemampuan mengendalikan emosi, bukan sekadar keberuntungan.

Ia menilai karakter tersebut beririsan dengan aktivitas jurnalistik, karena jurnalis dituntut berpikir cepat, mengingat informasi, menentukan strategi di lapangan, sekaligus menjaga kontrol emosi.

“Olahraga domino merupakan olahraga pikiran atau mind sport yang melatih strategi, daya ingat, dan kontrol emosi. Hal itu sejalan dengan cara-cara kerja jurnalis di lapangan,” tuturnya.
Dukungan Sponsor

Turnamen ini mendapat dukungan dari berbagai perusahaan, lembaga, pelaku usaha, dan individu, antara lain Bank Jatim, PT Jaya Sejati Logistik, PT Gudang Garam Tbk, Pertamina Gas Negara, PT Sinergi Gula Nusantara, XLSMART, PT Sinergi Inti Mineral, Adella Kanasya Adies, Bambang Haryo Soekartono, Sate Asin Garuda, Unitomo Surabaya,

Kayu Jati, Hanaka Social Space, ORADO Kabupaten Gresik, Kokoon Hotel Surabaya, Java Paragon, The Westin Hotel Pakuwon, Excotel, Jamu Iboe, Novotel Samator, Aston Sidoarjo City Hotel & Conference, KHAS Hotel, dan MORA Group.

Dukungan tersebut memperkuat penyelenggaraan turnamen yang mempertemukan komunitas jurnalis, organisasi olahraga, dan masyarakat, sekaligus memperkenalkan domino sebagai olahraga berbasis strategi, konsentrasi, sportivitas, dan orientasi prestasi.