Secangkir Kopi dan Sejuta Cerita: Cara Polres Gresik Merangkul Insan Pers

oleh -11 Dilihat
banner 468x60

GRESIK, arusindo.id p— Aroma kopi hitam menyengat lembut di Ruang Rupatama SAR Polres Gresik, Kamis (23/7/2026).

​Di atas meja, cangkir-cangkir kopi bersanding rapat dengan camilan ringan.

banner 336x280

​Sore itu, sekat antara aparat penegak hukum dan para pemburu berita luruh dalam kehangatan program Piramida.

​Piramida bukan sekadar akronim dari Kopi Radio Pemeliharaan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat.

​Wadah ini menjadi ruang jumpa tempat kepolisian dan jurnalis melepas kaku.

​Mereka duduk melingkar, saling melempar senyum, dan menyelaraskan langkah demi menjaga keamanan Kabupaten Gresik.

​Cairnya Sekat di Atas Meja Diskusi

​Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution memimpin langsung suasana santai ini.

​Wakapolres Kompol Shabda Purusha Putra beserta jajaran Pejabat Utama (PJU) duduk berdampingan dengan para jurnalis dari pelbagai media.

​Gelak tawa pecah saat beberapa wartawan mengambil alih pengeras suara untuk menyumbangkan lagu.

​Kekakuan birokrasi mencair seketika.

​Namun di balik gelak tawa tersebut, pembicaraan serius mengenai keterbukaan informasi dan situasi keamanan wilayah tetap bergulir hangat.

​Menjaga Kesejukan di Era Banjir Informasi

​AKBP Ramadhan Nasution memandang media bukan sekadar mitra kerja, melainkan benteng informasi publik.

​Ia menekankan pentingnya komunikasi dua arah agar kabar yang sampai ke masyarakat selalu akurat dan tidak memicu keresahan.

​”Melalui wadah Piramida ini, kita bisa duduk bersama, berdiskusi santai, saling bertukar pikiran, sekaligus mempererat silaturahmi,” ujar Ramadhan.

​Ia menegaskan, media memegang peran strategis dalam menjaga suasana tetap sejuk lewat pemberitaan yang bertanggung jawab.

​Di tengah meluapnya arus informasi cepat di media sosial, Ramadhan mengajak seluruh jurnalis untuk konsisten merawat etika verifikasi.

​”Media memegang peranan penting dalam membentuk persepsi masyarakat,” kata Ramadhan.

​Ia mengingatkan, kabar simpang siur tanpa klarifikasi berpotensi mengganggu rasa aman warga.

​”Mari kita terus bersinergi menyajikan informasi yang edukatif, menyejukkan, dan dapat dipercaya demi terciptanya rasa aman dan nyaman bagi masyarakat Gresik,” lanjutnya.

​Langkah Bersama Menjaga Kota

​Pertemuan sore itu akhirnya berujung pada komitmen bersama.

​Di balik kesibukan polisi menjaga jalanan dan kesibukan wartawan mengejar tenggat berita, ada titik temu bernama kepercayaan.

​Secangkir kopi mungkin akan dingin.

​Namun, rasa saling percaya dan komitmen menjaga kedamaian Kota Pudak ini diharapkan terus membekas hangat di hati mereka.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.