Seorang mahasiswa menikmati minuman kopi usai mengerjakan tugas di Hanaka Social Space. Surabaya, Rabu 10 Juni 2026. Widia
SURABAYA, Arusindo.id – Tren nugas sambil ngopi semakin populer di kalangan Generasi Z (Gen Z), khususnya mahasiswa di Surabaya. Kebiasaan mengerjakan tugas kuliah di kafe kini menjadi bagian dari gaya hidup anak muda yang menginginkan suasana belajar lebih nyaman, santai, dan produktif.
Salah satu tempat yang kerap menjadi pilihan mahasiswa adalah Hanaka Social Space. Kafe yang berlokasi di Jalan Flores No.18, Wonokromo, Surabaya, ini menawarkan suasana nyaman dengan desain interior estetik yang mendukung aktivitas belajar maupun bekerja.
Salah seorang mahasiswa, Felisha Najwa Nur Zahra, mengungkapkan bahwa kebiasaan belajar sambil ngopi di kafe memiliki manfaat tersendiri bagi sebagian orang. Menurutnya, kopi dapat membantu menjaga fokus dan mengurangi rasa kantuk saat mengerjakan tugas atau pekerjaan.
“Kalau untuk beberapa orang mungkin kopi bisa membantu supaya tidak ngantuk saat belajar atau bekerja. Tapi kalau saya sendiri tidak terlalu berpengaruh. Justru yang saya rasakan lebih banyak menambah pengeluaran,” ujar Felisha, Rabu (10/6/2026).
Meski demikian, Felisha menilai daya tarik utama tren nugas sambil ngopi bukan hanya terletak pada minuman kopi, melainkan juga suasana kafe yang nyaman dan mendukung konsentrasi. Banyak mahasiswa memilih mengerjakan tugas di luar rumah untuk menghindari rasa bosan dan mendapatkan lingkungan belajar yang berbeda.
Menurutnya, media sosial turut berperan besar dalam mendorong popularitas tren tersebut. Berbagai konten mengenai kafe estetik di Surabaya yang beredar di platform digital membuat anak muda semakin tertarik mencoba tempat-tempat baru untuk belajar dan berkumpul.
“Sekarang banyak kafe yang dibuat sesuai dengan ketertarikan Gen Z. Tempatnya estetik dan nyaman, jadi belajar terasa tidak sumpek atau bosan. Saya juga sering mencari informasi kafe baru dari media sosial,” jelasnya.
Fenomena ini menunjukkan bagaimana media sosial tidak hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga memengaruhi pilihan tempat belajar mahasiswa. Kehadiran kafe dengan fasilitas pendukung seperti jaringan internet, area duduk yang nyaman, dan suasana tenang menjadi nilai tambah bagi pengunjung.
Meski sering belajar di kafe, Felisha mengaku tetap berusaha mengatur pengeluaran agar kebiasaan tersebut tidak membebani kondisi keuangannya. Ia selalu mempertimbangkan kebutuhan lain sebelum memutuskan untuk menghabiskan waktu belajar di luar rumah.
“Kalau pengeluaran sedang banyak, saya lebih memilih mengerjakan tugas di rumah. Tapi kalau sedang jenuh dan kondisi keuangan memungkinkan, saya sesekali datang ke kafe untuk mencari suasana baru,” tuturnya.
Tren nugas sambil ngopi di kafe menunjukkan adanya perubahan pola belajar Generasi Z yang semakin fleksibel. Kafe kini tidak lagi sekadar menjadi tempat nongkrong, tetapi juga berkembang menjadi ruang belajar alternatif yang mendukung produktivitas, kreativitas, dan interaksi sosial.
Dengan semakin banyaknya kafe nyaman untuk belajar di Surabaya, tren ini diperkirakan akan terus berkembang seiring meningkatnya kebutuhan mahasiswa dan pekerja muda terhadap ruang belajar yang lebih fleksibel dan inspiratif.
Reporter : Widia Putri Lestari
