Warga Legok Pasuruan Padati Cek Kesehatan Gratis dan Skrining Katarak

oleh -635 Dilihat

PASURUAN, arusindo.id — Pemerintah Desa Legok, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, menggelar layanan Cek Kesehatan Gratis (CKG) dan skrining katarak di Pendopo Balai Desa Legok, Selasa (22/9/2026).

Kegiatan ini digelar dalam rangka memeriahkan Hari Jadi Kabupaten Pasuruan ke-1097.

Warga dari berbagai usia mendatangi lokasi sejak pagi untuk memanfaatkan layanan tersebut.

Tenaga medis Puskesmas Gempol memeriksa tekanan darah, kadar gula darah, dan kolesterol, serta melakukan skrining katarak bagi warga yang hadir.

Apresiasi Kepala Desa

Kepala Desa Legok, Nursalam, mengapresiasi pelaksanaan CKG di wilayahnya.

Ia menilai layanan ini memberi kesempatan kepada masyarakat untuk mengetahui kondisi kesehatan sejak dini.

“Dengan adanya pemeriksaan gratis ini, warga kita maupun tetangga desa juga senang.

Mereka bisa mengetahui lebih awal apakah ada penyakit atau gangguan kesehatan di dalam tubuhnya,” ujar Nursalam.

Bagian dari Program Serentak

Kepala Puskesmas Gempol, dr. Arma Rostina Heliantin, yang hadir langsung di lokasi, menyebut CKG sebagai bentuk perhatian pemerintah terhadap kesehatan masyarakat.

“Sebagai bentuk perhatian kepada masyarakat, Bapak Bupati menyelenggarakan cek kesehatan gratis secara serentak di seluruh wilayah Kabupaten Pasuruan.

Kegiatan ini juga sejalan dengan program pemerintah pusat,” jelas dr. Arma.

Tren Penyakit Bergeser ke PTM

Dr. Arma menjelaskan, pemeriksaan kesehatan semakin penting seiring pergeseran tren penyakit di masyarakat. Jika sebelumnya penyakit menular seperti TBC, tifus, dan diare mendominasi, kini Penyakit Tidak Menular (PTM) juga meningkat.

“Tren penyakit sekarang bergeser. Kalau dulu banyak penyakit menular, sekarang penyakit tidak menular seperti diabetes, hipertensi, kolesterol, asam urat, sakit gigi hingga katarak juga perlu menjadi perhatian,” terangnya.

Ia mengingatkan penderita diabetes dan hipertensi agar tidak mengabaikan pengobatan dan rutin memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan.

Menurutnya, kedua penyakit itu dapat menimbulkan komplikasi apabila tidak ditangani dengan baik.

Dr. Arma juga meminta masyarakat tidak sembarangan mengganti pengobatan medis dengan obat herbal atau alternatif tanpa pengawasan tenaga kesehatan.

“Penderita hipertensi dan diabetes harus rutin minum obat sesuai anjuran dan melakukan kontrol secara teratur di Puskesmas. Jangan menunggu sampai muncul komplikasi,” tegasnya.

Ajakan kepada Masyarakat

Dr. Arma mengajak warga yang telah mengikuti pemeriksaan untuk menyebarkan informasi tersebut kepada keluarga, tetangga, dan kerabat agar semakin banyak masyarakat memanfaatkan layanan kesehatan gratis ini.

“Kalau ada tetangga atau keluarga yang belum mengikuti pemeriksaan, silakan diajak. Deteksi dini sangat penting agar gangguan kesehatan bisa diketahui dan ditangani lebih cepat,” pungkas dr. Arma.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.