Film Foufo Berbahasa Madura dan Surabaya Libatkan Talenta Lokal

oleh -41 Dilihat
banner 468x60

SURABAYA, arusindo.id – Film komedi fiksi ilmiah (sci-fi) berjudul Foufo hadir sebagai karya baru yang mengangkat identitas budaya Madura, Surabaya, dan Jawa Timur ke layar lebar.

Diproduksi Skak Studios bersama Sinemart, film ini menjadikan bahasa Madura sebagai bahasa utama dengan sentuhan dialek Surabaya dan bahasa Indonesia.

banner 336x280

Surabaya mendapat kehormatan menjadi kota pertama penyelenggara special screening atau pemutaran perdana film tersebut.

Sutradara sekaligus produser kreatif Bayu Skak mengungkapkan antusiasme masyarakat terhadap proses pencarian pemain sangat tinggi. Open casting yang digelar berhasil menarik lebih dari 2.500 peserta dari berbagai daerah.

“Surabaya adalah bagian penting dari perjalanan Foufo. Antusiasme saat open casting mencapai lebih dari 2.500 peserta dan menjadi rekor bagi kami,” ujar Bayu Skak dalam konferensi pers di Kencana Baja Hall, Jalan Bubutan 127, Surabaya, Sabtu (27/6/2026).

Dari jumlah tersebut, sekitar 80 persen pemeran dipilih melalui proses audisi terbuka. Mayoritas merupakan pendatang baru yang belum pernah tampil dalam produksi film layar lebar.

Salah satu di antaranya adalah Siti Kam (63) yang dipercaya memerankan tokoh Ibu Saiqona, seorang ibu sederhana yang memiliki cita-cita menunaikan ibadah haji.

“Ini pengalaman pertama saya bermain film. Saya bangga bisa berkarya bersama teman-teman dari Madura, Surabaya, dan Jawa Timur,” ungkapnya.

Tak hanya memberdayakan talenta di depan kamera, Foufo juga melibatkan studio animasi lokal asal Surabaya, Hompimpa, untuk menciptakan desain karakter alien yang menjadi bagian penting dalam cerita.

Kolaborasi tersebut menunjukkan kemampuan para kreator daerah menghasilkan karya berkualitas yang mampu bersaing di industri perfilman nasional, termasuk dalam era perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI).

Film ini mengisahkan Muslim (Tretan Muslim), seorang pemuda Madura yang bekerja sebagai pengepul barang rongsokan demi mengumpulkan biaya haji untuk ibunya.

Perjalanan hidupnya berubah ketika bertemu alien bernama Foufo yang memiliki teknologi canggih dan membantu menyelesaikan berbagai persoalan keluarga.

Namun ketika energi Foufo mulai habis menjelang pelunasan biaya haji, Muslim dihadapkan pada pilihan sulit, mewujudkan impian sang ibu atau menolong sahabat aliennya agar dapat kembali ke kapal induk.

Bagi Tretan Muslim, film ini menjadi pengalaman pertamanya sebagai pemeran utama.

Dia juga harus berakting menggunakan tiga bahasa, yakni Madura, Indonesia, dan Jawa dialek Surabaya.

“Foufo membuktikan bahwa talenta dari Surabaya, Jawa Timur maupun Madura mampu memberikan penampilan terbaik. Ini film yang layak menjadi kebanggaan masyarakat daerah,” ujarnya.

Melalui Foufo, Skak Studios kembali menegaskan komitmennya menghadirkan kisah-kisah lokal dengan kekuatan budaya dan bahasa daerah sebagai identitas utama.

Film ini diharapkan memperlihatkan bahwa cerita yang berakar pada kehidupan masyarakat tetap memiliki daya tarik luas dan mampu menjangkau penonton nasional.

Film garapan Bayu Skak tersebut dijadwalkan tayang serentak di bioskop seluruh Indonesia mulai 9 Juli 2026.

(Rokimdakas)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.