SURABAYA, arusindo.id — SMPN 14 Surabaya mengadakan Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS) bagi para pengurus OSIS.
Kegiatan ini berlangsung di Mako Brimob Batalyon A Pelopor Kompi 2, Benowo, Surabaya, Kamis (15/10/2026).
Pihak sekolah menghadirkan instruktur dari kepolisian untuk melatih para siswa.
Langkah ini bertujuan mencetak generasi muda yang berkarakter tangguh, disiplin, dan memiliki jiwa kepemimpinan.
Kepala SMPN 14 Surabaya, Ainul Hadi S.Pd., melalui perwakilannya, Nurul Ulyani M.Pd.I., menegaskan urgensi acara ini.
Nurul menyebut organisasi OSIS sebagai laboratorium pertama bagi siswa untuk belajar memimpin.
“LDKS ini bertujuan untuk membentuk generasi muda menjadi pemimpin masa depan,” ujar Nurul.
Ia berharap pengurus OSIS tidak hanya unggul secara akademik.
”Tetapi juga memiliki ketahanan mental, integritas dan kemampuan yang kuat untuk membawa perubahan positif di lingkungan sekolah dan masyarakat,” tambahnya.
Tanamkan Karakter Kuat
Nurul menekankan bahwa kedisiplinan dan kerja keras merupakan kunci keberhasilan.
”Hal ini yang ditanamkan melalui kegiatan ini agar mereka jadi disiplin dan memiliki karakter yang baik,” jelas Nurul.
Karakter tersebut nantinya bisa mereka tularkan kepada siswa-siswa lain di sekolah.
”Dengan bekal kegiatan ini, mudah-mudahan anak-anak nanti menjadi calon-calon pemimpin yang handal,” ungkapnya.
Selama kegiatan, personel Brimob melatih para peserta dengan Peraturan Baris Berbaris (PBB) yang ketat.
Instruktur tidak hanya melatih ketangkasan fisik, tetapi juga memberikan materi wawasan kebangsaan dan cinta tanah air.
Malam Keakraban
Selain pelatihan fisik, pihak sekolah juga menyelenggarakan pentas seni malam keakraban di sekitar api unggun.
Sesi ini bertujuan mencairkan suasana sekaligus melatih kreativitas, rasa percaya diri, dan kekompakan pengurus.
Amabel, siswi kelas 8H sekaligus pengurus OSIS, menyampaikan harapannya terkait pelatihan ini.
Ia berharap para pengurus OSIS siap mengemban amanah baru dengan semangat yang tinggi.
Amabel ingin para peserta mampu membawa nama baik sekolah.
”Serta menjadi teladan bagi seluruh siswa-siswi lainnya,” tutup Amabel.
(Jml)

