Paguyuban Warung Bantaran Rel Peringati Maulid Nabi dan HUT ke-81 RI, Hadirkan KH. Muhammad Sak Dulloh

oleh -151 Dilihat
oleh

GRESIK – Arusindo.id – Paguyuban Warung Karaoke, Warung Nasi, Lapak Besi Tua, serta para pelaku usaha lainnya di kawasan Bantaran Rel menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H/2026 M, sekaligus memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Kegiatan tersebut berlangsung pada Minggu, 30 Agustus 2026, di Jalan Kapten Darmo Sugondo, kawasan Bantaran Rel, Desa Sugoromadu, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik.

Kegiatan yang berlangsung dalam suasana penuh kebersamaan tersebut mengusung semangat keagamaan, persaudaraan, nasionalisme, serta kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar.

Acara turut dihadiri sejumlah unsur aparat, di antaranya Polisi Militer, Satpol PP, Kepolisian, dan TNI. Kehadiran unsur aparat tersebut menjadi bagian dari dukungan terhadap terciptanya kegiatan masyarakat yang aman, tertib, dan kondusif.

Rangkaian peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan HUT ke-81 RI tersebut berlangsung dengan susunan acara sebagai berikut:

1. Tawassul, dipimpin oleh Bapak Ismail.
2. Pembacaan Shalawat Nabi, diiringi Hadroh Al Mannan dari Jember.
3. Acara inti Maulid Nabi dan Mauidah Hasanah, disampaikan oleh KH. Muhammad Sak Dulloh (Indro).

Ketua Paguyuban, Amin, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk mempererat tali silaturahmi antaranggota paguyuban, sekaligus membangun hubungan yang baik dengan masyarakat sekitar.

«“Alhamdulillah, tahun ini kami bisa kembali berkumpul dalam suasana penuh kebersamaan untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81. Kami berharap kegiatan ini membawa keberkahan, mempererat persaudaraan, dan menumbuhkan semangat kebangsaan,” ujar Amin.»

Menurut Amin, kegiatan tersebut bukan sekadar acara seremonial. Peringatan Maulid Nabi menjadi kesempatan bagi seluruh anggota paguyuban dan masyarakat yang hadir untuk melakukan introspeksi diri, memperkuat kepedulian terhadap sesama, serta senantiasa menjaga lingkungan agar tetap aman dan harmonis.

Kehadiran Hadroh Al Mannan dari Jember turut menambah suasana khidmat melalui lantunan shalawat Nabi. Sementara itu, KH. Muhammad Sak Dulloh menyampaikan mauidah hasanah yang berisi pesan-pesan keagamaan dan nasihat kehidupan yang diharapkan dapat menjadi tuntunan bagi seluruh jamaah.

Momentum Mempererat Kebersamaan

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang dirangkai dengan HUT ke-81 Kemerdekaan RI tersebut juga menjadi momentum bagi para pelaku usaha di kawasan Bantaran Rel untuk memperkuat kebersamaan dan persaudaraan.

Melalui kegiatan keagamaan tersebut, para anggota paguyuban diingatkan untuk senantiasa menjaga diri, menghindari hal-hal yang dapat menimbulkan perselisihan, serta mengedepankan komunikasi dan sikap saling menghormati.

Paguyuban berharap keberadaannya dapat terus menjadi wadah silaturahmi, membangun komunikasi yang baik, saling menjaga, serta menciptakan hubungan yang harmonis antara para pelaku usaha, masyarakat, dan aparat.

Dengan semangat Maulid Nabi dan Kemerdekaan Republik Indonesia, seluruh anggota paguyuban juga diajak untuk bersama-sama menjaga persatuan, ketertiban, keamanan, dan kerukunan di tengah masyarakat.

Para anggota meyakini bahwa melalui doa, shalawat, dan kebersamaan, berbagai prasangka dapat diredam, niat-niat yang kurang baik dapat dijauhkan, serta tercipta lingkungan masyarakat yang lebih aman, damai, dan penuh keberkahan.

«“Berbeda usaha, berbeda latar belakang, tetapi tetap satu dalam persaudaraan dan kebersamaan untuk menjaga Gresik tetap aman, damai, dan kondusif.”»

Tentang Paguyuban

Paguyuban Warung Karaoke, Warung Nasi, Lapak Besi Tua, dan pelaku usaha lainnya merupakan wadah kebersamaan para pelaku usaha informal di kawasan Bantaran Rel, Desa Sugoromadu, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik.

Paguyuban tersebut dibentuk sebagai sarana untuk mempererat silaturahmi, membangun komunikasi, saling mendukung, serta menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar.

Selain menjadi wadah kebersamaan para pelaku usaha, paguyuban juga memiliki niat untuk terus mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui kegiatan keagamaan dan sosial, serta berupaya menciptakan lingkungan usaha dan masyarakat yang aman, tertib, damai, dan harmonis.

(Adn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.