Gempol Pasuruan Perkuat Pencegahan Stunting Lewat Aksi Lintas Sektor

oleh -20 Dilihat

PASURUAN, arusindo.id – Pencegahan stunting di Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, menjadi fokus Minilokakarya (Minilok) Tribulanan di Aula Kecamatan Gempol, Kamis (15/10/2026).

Pertemuan itu menekankan kesamaan pemahaman, validitas data, dan aksi terpadu lintas sektor.

Puskesmas Tekankan Satu Pemahaman

Kepala Puskesmas Gempol, dr. Arma Roostina Heliantin, menegaskan bahwa penanganan stunting membutuhkan keterlibatan seluruh pihak. Langkah itu harus terarah dan berkelanjutan.

“Tujuan pertemuan ini adalah satu pemahaman, satu data, satu gerak,” tegas Arma.

Kegiatan itu menghadirkan pemateri dari Puskesmas Gempol dan Puskesmas Kepulungan.

Hadir pula Camat Gempol, perwakilan Koramil dan Polsek Gempol, serta kader kesehatan dari seluruh desa di wilayah Kecamatan Gempol.

Pemahaman dan Data Harus Selaras

Menurut Arma, satu pemahaman diperlukan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang stunting dan faktor risikonya.

Pemahaman itu mencakup pentingnya pencegahan sejak sebelum kehamilan.
Keselarasan data juga dibutuhkan.

Dengan data yang sama, keluarga berisiko stunting dan balita bermasalah gizi dapat memperoleh penanganan sesuai kebutuhan.

Rencana Aksi di Setiap Desa

Langkah terpadu diwujudkan melalui pembagian tugas, penetapan penanggung jawab, penyusunan jadwal, dan evaluasi bersama.

Pertemuan itu diharapkan menghasilkan rencana aksi di setiap desa. Rencana tersebut dilengkapi target dan indikator keberhasilan.

Faktor Risiko dan Upaya Pencegahan

Arma menjelaskan, stunting dipengaruhi berbagai faktor. Faktor itu meliputi kekurangan gizi kronis, kondisi kesehatan ibu selama hamil, pola asuh, infeksi berulang, dan sanitasi buruk.

Karena itu, pencegahan perlu dilakukan sejak dini. Caranya melalui pemenuhan gizi ibu hamil, pemberian ASI eksklusif enam bulan pertama, dan MPASI bergizi seimbang.

Pemantauan pertumbuhan anak secara rutin di posyandu juga menjadi bagian dari upaya itu.

Prevalensi Turun, Kolaborasi Tetap Dibutuhkan

Arma menyampaikan prevalensi stunting di Kabupaten Pasuruan turun dari 21,4 persen pada 2020 menjadi 3,91 persen pada 2025.

“Capaian ini perlu diikuti penguatan kolaborasi agar upaya pencegahan dan penanganan berjalan berkelanjutan,” paparnya.

Edukasi Pap Smear

Minilok juga memberikan edukasi tentang pemeriksaan pap smear sebagai metode skrining. Pemeriksaan itu mendeteksi perubahan sel leher rahim yang berpotensi menjadi kanker serviks.

Edukasi tersebut diharapkan meningkatkan kesadaran perempuan untuk memeriksakan diri sesuai rekomendasi tenaga kesehatan.

“Semoga Minilok Tribulanan Kecamatan Gempol ini mampu menjadi ruang evaluasi,” pungkas Arma.

Arma berharap forum itu juga menjadi penggerak aksi nyata untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *