Stafsus DPR RI Temukan Satu Keluarga Sakit Parah dan Putus Sekolah di Surabaya

oleh -27 Dilihat
banner 468x60

SURABAYA, arusindo.id – Berbekal laporan Survei Sensus Ekonomi Badan Pusat Statistik (BPS), Staf Khusus Anggota Komisi X DPR RI Reni Astuti, Arif Lila Wijanarka (Abah Lila), melakukan penelusuran lapangan ke sebuah kawasan padat penduduk di Kota Surabaya, Senin (29/6/2026).

​Di lokasi tersebut, ia menemukan fakta miris mengenai satu keluarga yang membutuhkan intervensi darurat dari pemerintah.

banner 336x280

​Penelusuran ini berujung di kediaman Suharto yang berlokasi di Jalan Lebak Timur Asri Buntu Nomor 26, RT 04 RW 10, Kelurahan Gading, Kecamatan Tambaksari.

Hasil asesmen lapangan membuktikan keluarga tersebut tengah berjuang menghadapi krisis kesehatan dan ekonomi yang parah.

​Hantaman Penyakit dan Putus Sekolah

​Kondisi fisik keluarga Suharto sangat memprihatinkan. Istri Suharto saat ini mengalami kelumpuhan pada kedua kakinya sehingga sangat bergantung pada kursi roda.

Sementara itu, Suharto sendiri merupakan penyintas stroke yang masih membutuhkan perawatan dan pemulihan panjang.

​Tragedi kesehatan keluarga ini belum berhenti. Anak perempuan mereka, Rina, ternyata telah mengalami kebutaan akibat penyakit glaukoma selama kurang lebih lima tahun terakhir.

​Kondisi ekonomi yang hancur akibat rentetan penyakit tersebut memakan korban di sektor pendidikan.

Cucu mereka, Akbar, terpaksa putus sekolah dan mengubur mimpinya setelah lulus Sekolah Dasar (SD).

​Desak Intervensi Lintas Dinas

​Melihat fakta di lapangan, Abah Lila mendesak pemerintah agar langsung bertindak dan tidak sekadar menjadikan kondisi warga sebagai angka statistik.

​”Kami ingin memastikan setiap laporan warga tidak berhenti sebagai data semata, tetapi ditindaklanjuti melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait.

Harapan kami, keluarga ini segera memperoleh bantuan kursi roda, layanan kesehatan yang memadai, serta akses pendidikan agar Akbar dapat kembali bersekolah,” ujar Abah Lila.

​Sebagai langkah awal intervensi, Abah Lila langsung mengkoordinasikan temuan ini dengan berbagai pihak. Ia membagi fokus penanganan dengan melibatkan Kelurahan Gading, Puskesmas setempat, BAZNAS, Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra), hingga Dinas Pendidikan Kota Surabaya.

​Langkah taktis juga langsung diambil oleh aparat desa setempat. Ketua RT 04, Khodim, yang mendampingi proses penelusuran tersebut, langsung memberikan pendampingan khusus kepada Akbar.

Ia memotivasi anak tersebut agar bersedia melanjutkan pendidikan melalui program PKBM Kejar Paket B.

​Penelusuran ini membuka mata bahwa sinergi antara masyarakat, pemerintah, dan pemangku kepentingan sangat krusial untuk menjangkau warga miskin yang selama ini tak tersentuh bantuan.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.