Ketua DPRD Pasuruan: Pembangunan Daerah Harus Sertakan Pelestarian Budaya

oleh -552 Dilihat

PASURUAN, arusindo.id — Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan Samsul Hidayat menegaskan pelestarian budaya lokal harus menjadi bagian dari pembangunan daerah.

Pernyataan itu disampaikan saat menghadiri pagelaran wayang kulit di Desa Bulusari, Kecamatan Gempol, Minggu (20/9/2026).

Acara tersebut menutup rangkaian Ruwah Desa Bulusari sekaligus peringatan Hari Jadi ke-1.097 Kabupaten Pasuruan.

Pembangunan Tak Hanya Fisik

Menurut Samsul, pembangunan daerah tidak cukup berorientasi pada aspek fisik semata.

Kebudayaan lokal, katanya, harus terus dirawat agar menjadi identitas masyarakat dan diwariskan ke generasi berikutnya.

“Membangun Kabupaten Pasuruan ini tidak hanya membangun secara fisik.

Yang saat ini sangat penting adalah bagaimana kita memelihara dan membudayakan kebudayaan kita sendiri,” ujarnya.

Apresiasi untuk Kolaborasi Warga
Pagelaran wayang kulit berlangsung meriah dengan antusiasme warga Desa Bulusari.

Dalang Ki Hasan Yulianto asal Kota Sidoarjo membawakan lakon “Sesaji Rojo Suyo“.

Samsul mengapresiasi Pemerintah Desa Bulusari, panitia, lembaga pendidikan, dan masyarakat yang berkolaborasi menyukseskan rangkaian kegiatan.

Ia menilai kebersamaan itu mencerminkan semangat gotong royong warga.

“Ini membuktikan kolaborasi yang luar biasa antara Pemerintah Desa Bulusari, lembaga-lembaga, dan masyarakat.

Walaupun biaya yang dibutuhkan tidak sedikit, berkat kekompakan dan kebersamaan, semua acara dapat terlaksana dengan lancar,” katanya.

Ia menambahkan, kesenian tradisional seperti wayang kulit bukan sekadar tontonan.

Di dalamnya terdapat tuntunan dan nilai-nilai kehidupan yang bisa menjadi media pembelajaran masyarakat.

Tari Puspitarum Curi Perhatian

Selain wayang kulit, penampilan Tari Puspitarum oleh siswa-siswi SDN Bulusari 1 turut menarik perhatian.

Tarian khas Kabupaten Pasuruan itu telah memiliki Hak Kekayaan Intelektual (HKI) dan biasa digunakan sebagai tari penyambutan tamu.
Rangkaian Ruwah Desa Bulusari berlangsung selama dua hari.

Kegiatannya meliputi khatam Al-Qur’an, Bulusari Culture Carnival 2026, pementasan seni unjung, penampilan lembaga pendidikan, hingga pagelaran wayang kulit.

Harapan untuk Generasi Muda

Samsul berharap semangat kebersamaan dan kecintaan budaya tidak berhenti pada rangkaian perayaan semata.

Kegiatan budaya, menurutnya, harus terus memperkuat persatuan masyarakat sekaligus mengenalkan kekayaan budaya Pasuruan kepada generasi muda.

“Mari kita jaga kebersamaan ini, kita rawat budaya kita, dan kita wariskan kepada anak-anak kita. Karena kalau bukan kita yang menjaga budaya ini, siapa lagi.

Mudah-mudahan Desa Bulusari semakin maju, semakin guyub, dan masyarakatnya semakin sejahtera,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.