SURABAYA, Arusindo.id – Nasihat UAS untuk Nafi menjadi momen penting dalam kegiatan dakwah di Masjid Al Akbar Surabaya pada Sabtu (19/4/2026) malam. Dalam suasana hangat, Ustadz Abdul Somad menyampaikan pesan mendalam kepada Ustadz Nafi’ Unnas tentang pentingnya ketulusan dalam perjuangan dakwah.
Selain itu, UAS menekankan pentingnya memiliki mentalitas kuat dalam setiap perjuangan. Ia mengingatkan bahwa keberhasilan sejati tidak selalu terlihat dari permukaan.
Pesan Tentang Mentalitas Besi Pondasi
Dalam ceramahnya, UAS mengibaratkan perjuangan seperti membangun gedung megah. Banyak orang terpukau pada warna cat yang indah. Namun, cat merupakan bagian terluar yang paling rapuh.
Sebaliknya, kekuatan utama justru berada pada bagian dalam bangunan. Pasir dan semen saling merekat kuat tanpa menonjolkan diri. Oleh karena itu, UAS menegaskan bahwa pondasi menjadi unsur paling penting.
Ia menjelaskan bahwa besi pondasi tertanam jauh di dalam tanah. Besi tersebut tidak terlihat dan jarang mendapat pujian. Meski demikian, pondasi tetap menopang seluruh bangunan.
“Namun yang paling dahsyat adalah besi pondasi. Ia tertanam jauh di dalam tanah dan tidak pernah dipuji,” ujar UAS.
Karena itu, pesan tersebut mengingatkan Ustadz Nafi’, alumni Pondok Modern Darussalam Gontor, agar tetap menjaga nilai keikhlasan. Nilai tersebut telah tertanam sejak masa pendidikan pesantren.
Selain itu, UAS mengajak agar setiap pejuang dakwah terus bergerak tanpa menunggu pujian manusia. Ia juga menegaskan bahwa pengabdian kepada umat harus tetap konsisten.
Peran Strategis Ustadz Nafi’ di Dunia Dakwah
Sebagai tokoh muda, Ustadz Nafi’ memegang peran penting di berbagai bidang dakwah. Saat ini, ia mengajar sebagai Dosen Bahasa Arab di UIN Sunan Ampel Surabaya.
Selain mengajar, ia juga membimbing jamaah sebagai Pembimbing Ibadah Umroh di Samira Travel Jawa Timur. Oleh sebab itu, kesibukan tersebut membuat pesan UAS sangat relevan bagi dirinya.
Menanggapi nasihat tersebut, Ustadz Nafi’ menyatakan bahwa arahan UAS memberi suntikan moral yang besar. Menurutnya, tantangan dakwah modern sering mendorong seseorang mengejar eksistensi semata.
Namun demikian, ia menilai pengingat tentang pentingnya menjadi pondasi yang tersembunyi sangat krusial. Dengan demikian, nilai tersebut membantu menjaga ketulusan dalam setiap langkah dakwah.
Akhirnya, pertemuan hangat di ikon religi Kota Pahlawan itu ditutup dengan harapan besar. Semangat bekerja dalam sunyi diharapkan menular kepada para penggiat dakwah di Jawa Timur. Oleh karena itu, Nasihat UAS untuk Nafi diharapkan memberi inspirasi bagi banyak pihak untuk terus berjuang dengan ikhlas.
Penulis : Redho
