Ngopi Bukan Sekadar Nongkrong, Pemuda Gresik Ini Ubah Warung Kopi Jadi Kelas Bisnis Digital Lewat Dua Ebook

oleh -53 Dilihat
peluncuran ebook deni
banner 468x60

GRESIK, Arusindo.id – Di saat banyak anak muda menghabiskan waktu di warung kopi untuk bersantai, seorang pemuda asal Gresik justru melihat tempat tersebut sebagai ruang belajar dan bertukar ide. Berangkat dari pemikiran itu, konten kreator sekaligus praktisi digital Deni Adi Santoso (DeniPanthom) meluncurkan dua ebook inspiratif bertajuk “Cuan dari Produk Digital” dan “Cuan dari Warung Kopi” pada Selasa (16/6/2026).

Peluncuran ebook dilakukan dengan konsep yang tidak biasa. Alih-alih menggelar seminar formal di hotel atau gedung pertemuan, Deni memilih mengajak peserta ngopi bersama sambil berdiskusi tentang peluang menghasilkan uang dari konten, affiliate marketing, dan produk digital.

banner 336x280

Konsep tersebut mendapat sambutan positif dari peserta yang mayoritas berasal dari kalangan Gen Z, pencari kerja, pekerja terdampak PHK, hingga ibu rumah tangga.

Warung Kopi Jadi Tempat Lahirnya Ide dan Peluang

Menurut DeniPanthom, banyak orang menganggap warung kopi hanya sebagai tempat nongkrong. Padahal, di balik secangkir kopi sering lahir ide-ide besar yang mampu mengubah kehidupan seseorang.

Karena itulah salah satu ebook yang ia tulis diberi judul “Cuan dari Warung Kopi”.

“Banyak inspirasi dan peluang lahir dari obrolan sederhana di warung kopi. Saya ingin mengubah cara pandang masyarakat bahwa nongkrong tidak harus menghabiskan uang, tetapi bisa menjadi tempat belajar dan membangun masa depan,” kata Deni.

Ia menjelaskan bahwa ebook tersebut berisi pengalaman, strategi, dan pola pikir yang dapat diterapkan siapa saja untuk memulai penghasilan tambahan dari dunia digital.

Terinspirasi Kondisi Ekonomi dan Gelombang PHK

Deni mengaku tergerak menulis kedua ebook setelah melihat banyaknya masyarakat yang kesulitan mendapatkan pekerjaan.

Sebagai daerah industri, Gresik selama ini menjadi tujuan banyak pencari kerja. Namun dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah perusahaan melakukan efisiensi yang berdampak pada berkurangnya peluang kerja.

Kondisi tersebut juga pernah dirasakan langsung oleh Deni saat mengalami PHK pada tahun 2023.

“Saya pernah kehilangan pekerjaan dan merasakan bagaimana bingungnya mencari sumber penghasilan baru. Dari pengalaman itu saya mulai belajar dunia konten, affiliate, dan produk digital. Ternyata peluangnya sangat besar jika dijalankan dengan serius,” ujarnya.

Ia berharap pengalaman pribadinya dapat menjadi motivasi bagi masyarakat yang sedang menghadapi situasi serupa.

Konten dan AI Jadi Peluang Baru

Sebagai kreator yang aktif mengembangkan teknologi kecerdasan buatan (AI), Deni menilai era digital saat ini memberikan kesempatan yang jauh lebih terbuka dibanding sebelumnya.

Menurutnya, banyak orang gagal memulai karena merasa tidak memiliki kemampuan membuat konten.

Padahal, saat ini berbagai teknologi AI dapat membantu proses produksi konten secara lebih mudah dan efisien.

“Sekarang tidak perlu minder atau takut tampil. AI bisa membantu membuat ide, desain, hingga materi konten. Yang penting mau belajar dan berani memulai,” jelasnya.

Pesan tersebut menjadi salah satu materi utama dalam ebook “Cuan dari Produk Digital”, yang membahas langkah-langkah membangun bisnis digital dari nol.

Harga Terjangkau untuk Semua Kalangan

Untuk memperluas akses masyarakat terhadap literasi digital, Deni memberikan harga promo khusus pada saat launching.

Harga tersebut sengaja dibuat terjangkau agar bisa diakses oleh pelajar, mahasiswa, pencari kerja, maupun ibu rumah tangga.

Peserta Merasa Mendapat Peta Jalan yang Jelas

Lisa, peserta yang baru lulus pada tahun 2025, mengaku terbantu dengan materi yang disampaikan dalam ebook.

“Selama ini saya ingin mulai membuat konten, tapi bingung harus mulai dari mana. Di ebook ini sudah ada roadmap yang jelas, jadi lebih percaya diri untuk mencoba,” katanya.

Sementara Samsul yang baru terkena PHK tahun ini mengaku mendapatkan wawasan baru mengenai monetisasi konten.

“Saya sering upload konten di TikTok, tapi tidak tahu kalau ternyata bisa menjadi sumber penghasilan. Penjelasannya mudah dipahami dan langsung bisa dipraktikkan,” ujarnya.

Hal serupa juga disampaikan Nisa, seorang ibu rumah tangga yang mengikuti kegiatan tersebut.

“Menurut saya ini sangat membantu. Harganya murah, ilmunya banyak, dan bisa dipelajari dari rumah sambil mengurus keluarga,” tuturnya.

cuan dari produk digital    cuan dari warung kopi    bundling ebook

Membangun Gerakan Literasi Digital dari Gresik

Lebih dari sekadar menjual ebook, DeniPanthom mengaku memiliki misi yang lebih besar, yakni membangun budaya belajar dan literasi digital yang lebih dekat dengan generasi muda.

Ia berharap gerakan yang dimulai dari Gresik ini dapat menginspirasi daerah lain untuk memanfaatkan teknologi sebagai sarana meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Saya ingin menunjukkan bahwa siapa saja bisa memulai. Tidak harus punya modal besar, tidak harus punya kantor. Kadang yang dibutuhkan hanya keberanian belajar, HP di tangan, dan kemauan untuk terus berkembang,” pungkasnya.

Peluncuran ebook “Cuan dari Produk Digital” dan “Cuan dari Warung Kopi” menjadi bukti bahwa di tengah tantangan ekonomi, selalu ada peluang baru bagi mereka yang mau beradaptasi dengan perkembangan zaman. Dengan pendekatan sederhana dan bahasa yang mudah dipahami, kedua ebook ini diharapkan menjadi panduan praktis bagi masyarakat yang ingin membangun sumber penghasilan di era digital.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.