Gresik, arusindo.id – Gema selawat dan lantunan ayat suci Al-Qur’an perlahan menyisakan gema di Islamic Center Balongpanggang. Hari itu, Minggu (19/4), suasana haru sekaligus bangga menyelimuti penutupan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-32 tingkat Kabupaten Gresik.
Namun, bagi para pemenang, panggung penghargaan ini bukanlah garis finis, melainkan sebuah garis start yang baru.
Pesan dari Sang Bupati: “Ini Baru Permulaan”
Di tengah riuhnya tepuk tangan, Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani, berdiri memberikan pesan yang membakar semangat. Alih-alih hanya memberi selamat, pria yang akrab disapa Gus Yani ini mengingatkan para jawara untuk tetap membumi namun tetap ambisius.
”Prestasi hari ini adalah langkah awal. Jangan berhenti sampai di sini, terus asah kemampuan dan persiapkan diri untuk tantangan berikutnya,” tegasnya.
Beliau menekankan bahwa tantangan sesungguhnya ada di depan mata: Level Provinsi. Para juara diminta untuk tidak terlena dengan piala yang baru saja diraih, melainkan segera kembali “ke medan latihan” demi meningkatkan kualitas demi nama baik Gresik.
Ambisi dari Kecamatan Bungah
Semangat membara juga datang dari Muhammad Izul Muttaqin, Camat Bungah. Wilayahnya tidak main-main dalam mempersiapkan delegasi. Dengan sorot mata penuh optimisme, ia menyatakan bahwa Bungah siap menjadi “tulang punggung” kekuatan Gresik saat berlaga di Tulungagung nanti.
- Visi Utama: Mempersiapkan kafilah terbaik yang tidak hanya pandai mengaji, tapi memiliki mental juara.
- Target: Memastikan nama Kabupaten Gresik bersinar terang di kancah Jawa Timur.
Menuju Tulungagung dengan Penuh Harapan
Kini, obor semangat telah berpindah tangan kepada para kafilah terpilih. Dengan berakhirnya kompetisi di tingkat kabupaten, seluruh doa dan dukungan masyarakat Gresik kini mengalir deras untuk mereka.
Latihan yang lebih keras dan doa yang lebih khusyuk menjadi bekal utama. Harapannya satu: membawa pulang prestasi gemilang dan mengharumkan nama Kota Pudak di tingkat provinsi. Perjalanan menuju Tulungagung baru saja dimulai!
